Raja Batak di Serie-A
Radja Nainggolan (lahir di Antwerpen, Belgia, 4 Mei 1988 adalah pesepak bola Belgia yang kini bermain untuk klub sepak bola Cagliari, Italia.
Radja Nainggolan adalah kembar dengan saudara bernama Riana dan putra dari pasangan Marius Nainggolan dan Lizi Bogaerd, seorang Belgia.
Pada usia 11 tahun, Radja sudah ditarik ke Germinal Beerschot. Pria bertinggi 177 cm ini sempat menjadi top scorer di liga Belgia tersebut.
Empat tahun kemudian pada medio 2005, Radja ditarik dari Germinal Beeschot ke Piacenza, bersama Didier N'Dagano. Ketika itu ia ditawari kontrak dua tahun.
Nainggolan mencatat debut internasionalnya ketika menghadapi Chile di Piala Kirin pada 29 Mei 2009. Sejak 2010 Radja Nainggolan pindah dari Piacenza menuju Cagliari.
Radja Nainggolan adalah kembar dengan saudara bernama Riana dan putra dari pasangan Marius Nainggolan dan Lizi Bogaerd, seorang Belgia.
Pada usia 11 tahun, Radja sudah ditarik ke Germinal Beerschot. Pria bertinggi 177 cm ini sempat menjadi top scorer di liga Belgia tersebut.
Empat tahun kemudian pada medio 2005, Radja ditarik dari Germinal Beeschot ke Piacenza, bersama Didier N'Dagano. Ketika itu ia ditawari kontrak dua tahun.
Nainggolan mencatat debut internasionalnya ketika menghadapi Chile di Piala Kirin pada 29 Mei 2009. Sejak 2010 Radja Nainggolan pindah dari Piacenza menuju Cagliari.
Bulan
Januari 2010 menjadi tonggak bersejarah bagi pria keturunan Indonesia,
Radja Nainggolan. Untuk pertama kalinya ia bisa berkarir di Serie-A.
Klub lamanya, Piacenza yang berlaga di Serie-B meminjamkannya ke
Cagliari. Sebelumnya ia sempat digosipkan akan berlabuh ke AS Roma.
Di
Cagliari, pria kelahiran Atwerp, Belgia tersebut langsung menjadi
andalan. Radja pun merasa senang dengan kepindahannya ke klub papan
tengah Serie-A tersebut.
“Saya datang ke Cagliari dengan rasa
antusias. Target saya ada bertumbuh dan berkembang di Seri A,” ungkap
Radja Nainggolan yang lahir di Antwerp, Belgia
“Saya
dapat bermain di segala posisi di lapangan tengah. Saya merasa lebih
baik di sisi kiri, tapi saya berharap bisa mendapatkan tempat di dalam
tim ini,” harapnya.
Radja benar-benar memenuhi janjinya.
Penampilan moncernya di Cagliari membuat banyak klub besar tertarik di
antaranya Real Madrid dan AC Milan. Musim ini di Cagliari dia telah
mencatat 15 penampilan dan mencetak 2 gol.
Ketua Umum Cagliari, Massimo Cellino sangat
yakin jika Radja bisa mempertahankan performanya, ia bisa berseragam
Madrid suatu saat nanti. “Saya puas dengan penampilan Nainggolan dan
yakin suatu saat di akan mengenakan kostum Los Blancos.
Tetapi dia masih muda, baru berusia 22 tahun dan kami akan menahan
kepergiannya satu musim lagi,” ujar Cellino mengomentari performa apik
Nainggolan.
Selain Madrid, Milan dikabarkan sebagai klub yang sangat tertarik mengincarnya. Dilaporkan La Gazzetta dello Sport,
Milan ingin mendatangkan gelandang bertahan baru di bursa transfer
musim panas untuk bisa mengisi tempat Gennaro Gattuso kelak. Pemain
Belgia keturunan Batak itu menjadi salah satu opsi yang diambil Milan.
Pertimbangan Milan memasukkan nama Radja ke dalam wish list mereka tak lepas dari penampilan impresifnya bersama Cagliari di musim ini. Selain itu, usia Radja juga masih muda, yaitu 22 tahun, yang mana sesuai dengan ambisi Milan meremajakan tim.
Pertimbangan Milan memasukkan nama Radja ke dalam wish list mereka tak lepas dari penampilan impresifnya bersama Cagliari di musim ini. Selain itu, usia Radja juga masih muda, yaitu 22 tahun, yang mana sesuai dengan ambisi Milan meremajakan tim.
Lebih Pilih Timnas Belgia
Radja
memiliki keturunan Batak dari ayahnya. Ayahnya, Marius Nainggolan
adalah orang Batak sedangkan ibunya, Lizi Bogaerd adalah kelahiran
Belgia. Nama Nainggolan merupakan marga Batak dari ayahnya. Darah Batak
yang mengalir dalam tubuhnya membuat Radja diharapkan bisa memperkuat
timnas Indonesia seperti yang sudah dilakukan Irfan Bachdim dan
Christian Gonzales.
Namun sayang harapan pecinta sepakbola
nasional itu sepertinya sulit terwujud. Radja lebih memilih mengikuti
darah ibunya. Radja telah mencatat 4 penampilan dan 1 gol bersama timnas
U-21 Belgia. Ia juga sudah memperkuat timnas senior Belgia dan telah
mengawali debut internasionalnya saat Belgia menghadapi Cile di Piala
Kirin, 29 Mei 2009.
Biodata Radja
Nama lengkap: Radja Nainggolan
Tempat, tanggal lahir: Atwerp (Belgia), 4 Mei 1988
Tinggi/berat: 177 cm/65 kg
Posisi: Gelandang
No punggung: 4 (Cagliari)
Karir klub
Tahun
|
Tim
|
Penampilan
| |
2007–2010
|
Piacenza
|
69 tampil 4 gol
| |
2010–…
|
15 tampil 2 gol
|
Tim nasional
2008–2010
|
Belgia U-21
|
4 tampil 1 gol
| |
2009–….
|
Belgia
|
1 tampil 0 gol
|
Punya Saudara Kembar ‘Doyan’ Bola
Radja
memiliki saudara kembar, wanita yang bernama Riana Nainggolan.
Menariknya, meskipun Riana seorang wanita ia juga menggemari sepakbola
seperti Radja. Marianus, ayah mereka mengenalkan Radja dan Riana pada
sepakbola. Sejak 4 tahun, Radja dan Riana selalu diajak nonton dan
bermain sepakbola oleh Marianus di Antwerp, Belgia.
Sayangnya, sejak usia 6, kedua saudara
kembar ini harus berpisah dengan sang ayah. Marianus kembali ke Bali,
Indonesia, untuk meneruskan kembali usahanya. Pria berdarah Batak ini
memang menjadi pengusaha di Pulau Dewata itu.
Setelah Marianus kembali ke Indonesia, Radja mendapat dorongan dari ibunya Lizi Bogaerd dalam menggeluti sepakbola. Sejak medio 2005, Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia.
Setelah Marianus kembali ke Indonesia, Radja mendapat dorongan dari ibunya Lizi Bogaerd dalam menggeluti sepakbola. Sejak medio 2005, Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia.
Di klub Serie-B ini, karir Radja mulai bersinar. Gelandang berusia 21 ini telah mencetak empat gol dari 41 penampilan.
Di Piacenza pula, Radja kembali dipertemukan dengan ayahnya. Momen itu terjadi pada akhir 2007.
"Setelah 13 tahun, akhirnya kami bisa bertemu kembali. Papa datang dari Bali ke Italia menemui saya dan Riana,“ kata Radja seperti
Saudara kembar
Radja, Riana Nainggolan juga bermain sepakbola. Sampai sekarang ia masih
aktif di klub sepakbola wanita Belgia, Kontich. Klub ini berkiprah di
kompetisi nasional BelgiaDi Piacenza pula, Radja kembali dipertemukan dengan ayahnya. Momen itu terjadi pada akhir 2007.
"Setelah 13 tahun, akhirnya kami bisa bertemu kembali. Papa datang dari Bali ke Italia menemui saya dan Riana,“ kata Radja seperti
0 komentar:
Posting Komentar