Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
12 April 2012
17 Maret 2012
Prattyoda Bhayangkara (Oda)
Profile Singkat:
Nama Lengkap : Prattyoda Bhayangkara
Nama Panggilan : Oda, TheRealOda
Tempat – Tanggal Lahir : Kebumen – 9 Februari 1987
Hobby : Musik (vocal)
Nama Panggilan : Oda, TheRealOda
Tempat – Tanggal Lahir : Kebumen – 9 Februari 1987
Hobby : Musik (vocal)
Sejarah Bermusik
Pertama terjun ke dunia musik saat dia bergabung dengan band D’jas, selang beberapa bulan Oda hengkang dari band tersebut dan bergabung dengan Today Band asal Kebumen. Tahun 2008-2009 adalah awal keseriusan Oda dalam bermusik, bersama Today Band Oda giat mengikuti event festival musik dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Nasional, beberapa gelar juara festival pun pernah diraihnya. Oda dan Today Band sering juga menjadi bintang tamu dari musisi / band yang sedang melawat untuk promo tour sampai menjadi band pengisi untuk salah satu cafe di kotanya.
Kini Oda dan teman-temannya tengah focus untuk menciptakan lagu sendiri dengan harapan dapat menembus Major Label untuk ikut meramaikan dan memberi warna pada musik Indonesia.
Kini Oda dan teman-temannya tengah focus untuk menciptakan lagu sendiri dengan harapan dapat menembus Major Label untuk ikut meramaikan dan memberi warna pada musik Indonesia.
Video with today band
Audisi Indonesia Idol
28 September 2011
Killing Me Inside-Biarlah
Semua yang berlalu
Telah menjadi kenangan
Dan seakan kulupakan
Karena ku tak sejalan
Wowowo . . . .
Dan tak mungkin ku bertahan
Meski telah ku coba
Semuanya tak berguna
Terbuang sia-sia
reff:
Dirimu dihatiku sudah terlalu lama
Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua
Wowowo . . . .
Dan tak mungkin ku bertahan
Meski telah ku coba
Semuanya tak berguna
Terbuang sia-sia
repeat reff [3x]
Source: http://liriklaguindonesia.net/k/killing-me-inside/killing-me-inside-biarlah/#ixzz1NFq6VjRB

Telah menjadi kenangan
Dan seakan kulupakan
Karena ku tak sejalan
Wowowo . . . .
Dan tak mungkin ku bertahan
Meski telah ku coba
Semuanya tak berguna
Terbuang sia-sia
reff:
Dirimu dihatiku sudah terlalu lama
Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua
Wowowo . . . .
Dan tak mungkin ku bertahan
Meski telah ku coba
Semuanya tak berguna
Terbuang sia-sia
repeat reff [3x]
Source: http://liriklaguindonesia.net/k/killing-me-inside/killing-me-inside-biarlah/#ixzz1NFq6VjRB
Kerispatih~Kesalahan Yang Sama
Dulu memang aku pernah salah
Dan semuanya t’lah ku lakukan
Namun bukan berarti hidup dan cintaku
Tak tertuju padamu
Saat ini sejenak dengarkanlah sayang
Semua itu hanya perjalanan
Dan mungkin aku akan terjatuh lagi
Si kesalahan yang sama
Reff :
Hanya satu inginnya hatiku
Hanya satu inginnya cintaku
Terima sebagaimana adanya diriku
Dan ku akan tetap mencinta
Kau yang buatku mengerti
Dimana harus ku kembali
Saat ku hancur dan terhempas di kesalahan yang sama
Dan semuanya t’lah ku lakukan
Namun bukan berarti hidup dan cintaku
Tak tertuju padamu
Saat ini sejenak dengarkanlah sayang
Semua itu hanya perjalanan
![]() |
Si kesalahan yang sama
Reff :
Hanya satu inginnya hatiku
Hanya satu inginnya cintaku
Terima sebagaimana adanya diriku
Dan ku akan tetap mencinta
Kau yang buatku mengerti
Dimana harus ku kembali
Saat ku hancur dan terhempas di kesalahan yang sama
Last Child - Pedih
Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi...
Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi..mu...
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti
Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu
Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi...
Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti
Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri
Juga bagi..mu...
Last Child-Diary Depresiku
malam ini hujan turun lagi,bersama kenangan yang mungkin luka di hati,
luka yang harusnya dapat terobati,
yang ku harap tiada pernah terjadi,
ku ingat saat ayah pergi dan kami mulai kelapran,
hal yang biasa buat aku hidup di jalanan,
di saat ku belum mengerti arti sebuah perceraian,
yang hancurkan semua hal indah yang dulu pernah aku miliki,
wajar bila saat ini ku iri pada kalian yang hidup bahagia berkat susana indah dalam rumah,
hal yang selalu aku berikan dengan hidup ku yang kelam,
tiada harga diri agar hidup ku terus bertahan,
mungkin sejenak dapat aku lupakan,
dengan minuman keras yang saat ini ku genggam,
atau menggoreskan kaca di lengan ku,
apapun kan ku lakukan ku ingin lupakan,
namun bila ku mulai sadar dari sisa mabuk semalam,
perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan,
di saat ku telah mengerti betapa indah di cintai,
hal yang tak perah ku dapatkan sejak aku hidup di jalanan,
Langganan:
Postingan (Atom)
















